Kamis, 08 April 2010

KEMARIn Istriku UlangTahun


Kemarin istriku ulangtahun,
Hanya sun jauh yg bisa kuberikan...
Tapi dia gembira dan bahagia..

Kemarin istriku ulangtahun...
Aku g ngasih kado apa2 hanya seuntai doa dalam hati untuknya...
Tapi ada kecerian ku dengar dari suaranya..

Kemarin istriku ulangtahun, aku g bisa disisinya..
Kebiasaanya ku kecup mesra di dahinya...
Dan dia berlinang airmata..

Kemarin istriku ulangtahun.. Dan ku ucap skali lagi smoga slalu diberkahi nikmat panjang umur.. Makin cinta suami.. Makin cinta dan sayang sama anak,
Menerima apaadanya kondisi saat ini dan saat2 akan datang...

Selasa, 16 Maret 2010

D'masiv

[intro] C Cmaj7 F


C Cmaj7 F

saat aku tertawa di atas semua

C Cmaj7 F

saat aku menangisi kesedihanku


Am G F

aku ingin engkau selalu ada

Am G F G

aku ingin engkau aku kenang


F Em

selama aku masih bisa bernafas

Dm G

masih sanggup berjalan

C

ku kan slalu memujamu

F

meski ku tak tau lagi

Em A

engkau ada di mana

Dm G

dengarkan aku ku merindukanmu


C


C Cmaj7 F

saat aku mencoba merubah sgalanya

C Cmaj7 F

saat aku meratapi kekalahanku


[interlude] Am G F G


Am Dm

F G C

dengarkan aku ku merindukanmu



Koleksi D'Massiv yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu D’Masiv – Merindukanmu
Gambar Artis Indonesia

Minggu, 14 Februari 2010

Menjawab Cerpen Bunda


Menjawab Cerpen Bunda...
07 Februari 2010 jam 12: 26
Cerita cinta artha 3
Hanya saja, kamu ragu dan tidak percaya!
Pagi hari ini, udara Bandar Lampung begitu segar. Jalan raya pun masih sepi, tidak banyak kendaraan bermotor maupun mobil yang lewat, mungkin dikarenakan hari libur. Aku dan Bundaku pun seperti biasa, di hari minggu selalu menyempatkan untuk lari pagi, selain sudah jadwal rutin mingguan, lari pagi ini juga untuk merefresh diri sekalian membina jasadiyah dengan sedikit lari-lari.
“Ayo donk Nak, semangat! Ayo kejar Bunda!” ucap bundaku dari kejauhan di depan. Dia semangat sekali sepertinya lari pagi kali ini.
“iya.. tunggu ya!” balas ku dari kejauhan.
Bunda menunggu ku diposisinya, aku pun dengan lari-lari kecil menuju kesana, hingga akhirnya aku sampai disampingnya.
“istirahat dulu ya Bund... ok? sepertinya enak untuk duduk-duduk di taman ini...” ucapku singkat sambil menghirup nafas dengan terengeh-engah.
“Yaah artha, gimana sih.. gak biasanya banget deh, baru seperempat jalan udah nyerah..” balas bundaku cemberut
“iya maaf, gak tau nih, hari ini artha lemes..” jawabku sambil duduk disebuah bangku di bawah pohon besar. Pohon ini memang pohon terbesar di taman ini, dan menjadi tempat berteduh favorit orang-orang yang berolahraga, tapi karena masih sangat pagi, jadi memang belum terlalu banyak orang ditaman ini.
“ya udah deh, mau gimana lagi.. nih minumnya, kelihatannya kamu emang capek deh..” ucap bundaku sambil ikut duduk disampingku dan menawarkan sebotol minuman air mineral.
“makasih bundaku yang bijaksana... udah mau ikut istirahat demi anaknya... cieeee...” ucapku pada bundaku sambil sedikit meledek.
“ah kamu! Segini aja udah capek, apalagi kalau ikut lari maraton kayak liburan bunda kemarin, pasti deh udah gak kuat....“ ucap Bundaku sambil ikut menyandarkan tubuhnya pada bangku.
sambil menyeka keringat.. kami beristirahat…
bunda boleh bertanya padamu tha???
“hmmmm..... hmm...boleh ” jawabku.
“kenapa?” tanyaku.
“Anakku, apakah orang yang tidak berani nikah juga berarti ragu pada jaminan Allah, misal ragu akan rizki Nya?” tanya Bundaku singkat.
“Heh?? Pertanyaan apa itu?? Ya kalau itu harus dilihat dari berbagai aspek Bunda, apa yang menyebabkan dia belum berani menikah. Ingat, berbagai aspek lho. Bisa karena ilmunya, hatinya belum mantep, atau memang belum ada (maisyah) nya. Tapi keraguan yang Bunda sebut tadi juga bisa saja menjadi salah satu indikator pada sebagian orang.... Pokoknya permasalah kita adalah, yakin tidak kita pada jaminan dan janji Allah dan istiqomah tidak kita menapaki jalan Allah....” ucapku.
“Artha percaya atas jaminan Allah?” tanya Bundaku lagi.
“Harus !!!” jawabku semangat.
“Laluu, kenapa sampe sekarang belum ada niat nikah!!! Ahahaaaahaa... katanya yakin! Ahahaaa....” ucap bundaku sambil berdiri dan menghindari ku sambil berlari.
“Yeee.. kan itu harus dilihat dari berbagai aspek atuuh...” ucapku membela diri.
“Huuuu... alesan.!!! AhahaaaaHaaaha....” ucap Bundaku sambil terus berlari ngeledek dan jilbabnya terlihat berkibar.
“awas ya! Artha kejar....” ucapku sambil mencoba mengejar si Bunda.
Yaaah pagi yang rame... Yuk ah mau lanjutin lari pagiiii lagi, sehat dan seger, apalagi kalo lari pagi berdua ma pacar atau kekasih, asik kali ya? Lho? *gak tau deh!* lariiii
Nyinggung nih bunda!!!
Dalam perjalanan aku berfikir,..bunda memang orang hebat,selalu member i support..padahal bunda tahu kalau aku sedang patah hati karena dia.Terima kasih Tuhan kau ciptakan bunda yang baik ini untukku..”ampuni dosanya bundaku sayangilah bundaku..berikanlah umur yang panjang sampai dia melihat cucunya dariku. amien.
Sosok Bunda Kami
Engkau adalah sosok wanita yang indah wahai Bundaku…
Engkaulah sosok yang paling berjasa dalam mendidik keluargamu,
kelak dalam menjalani kehidupan ini.
Engkaulah yang paling pintar akan mendidik anak-anakmu
menjadi anak yang sholeh dan sholeha….

Wahai Bunda tidakkah engkau pernah mendengar kalimat ini:
Kami mendoakanmu selalu
Kami meridukanmu selalu
Kami berikrar , kami akan setia selalu
Bunda… Bunda.. Bunda….

Kebaikan mu Bunda…
Tidak dapat di ukur
Yang kurang menjadi mampu
Yang kelaparan menjadi kenyang
Yang menahan dahaga jadi hilang hausnya
Yang susah hati menjadi riang gembira
Yang sakit menjadi sehat
Bunda mempunyai hati yang lembut
Dan segalanya…
Terima kasih Tuhan…
kebaikan-MU bisa mengubah dunia
Terima kasih Bunda..
Terima kasih…… amin..

By artha. Minggu 07022010

Tak ada yang abadi disini ( Puisi )

07 Februari 2010 jam 13:15

Tak Ada yang Abadi
Tak ada yang abadi didalam kehidupan ini. Semua yang hidup akan mati, semua yang datang akan pergi. begitu juga dengan cinta.
Tidak ada cinta yang abadi. Tidak ada pertemanan yang abadi. Tak ada hidup yang abadi begitu juga tak akan ada dendam yang abadi.

Terlalu banyak hal didunia ini yang membuat hati ini merasa sedih
Sahabat, cinta dan keluarga.
Tak ada yang harus di tahan karena semuanya akan lenyap
Apakah arti cinta jika hanya bertahan untuk di dunia ini?
Apakah arti sahabat jika hanya menemani untuk di dunia ini saja?
Apakah arti keluarga jika hanya sanggup untuk di dunia in saja?

Semuanya hanya bayangan semu. Bayangan yang selalu menghantui ku..

Cintaku....
Mungkin diriku tak mampu untuk bertahan untuk mencintaimu
Mencintaimu seperti dulu..
Mencintaimu sepenuh hati dan jiwa...
Karna diriku hanya sesaat....
Untukmu...

Sahabatku...
Mungkin persahabatan kita hanya sesaat di dunia ini..
Walaupun begitu, diriku ini akan terus menyayangimu..
Engkau telah ku anggap layaknya keluargaku
Yang selalu menuntunku disaat hati ini kelam..
Sahabat, telah lama ku mencarimu
Tapi kini, setelah menemukanmu
Diriku harus pergi

Keluargaku,
Engkau hal terindah yang ada di hidupku
Menemaniku disaatku membutuhkanmu...
Menyayangiku di saat kapanpun..

Ya dunia, sesungguhnya engkau hanya kefanaan belaka
Dan aku sangat menyesal karna hanya mengejarmu
Karna Tak akan ada yang Abadi, termasuk engkau ya dunia...
Selamat Tinggal dunia, selamat tinggal kenanangan


by ARTHA

Pelangiku


Pelangiku


10 Februari 2010 jam 22:14

Pelangi ku
Aku melihat pelangi bertengger di langit sore
Merah, kuning, biru dan bahkan warna jingga yang ada disana, indah memukau hati
Aku berkata pada diriku sendiri
Alangkah bagusnya jika ku ambil satu pelangi itu untukku
Mungkin hatiku bisa dipenuhi rasa bahagia jika dapat memiliki sang pelangi
Diriku menjawab
Artha ???, pelangi yang indah memukau di ujung langit sana, belum tentu seindah itu pula jika engkau memandangnya dari dekat
Ia hanya berupa bias cahaya yang menerobos rintik hujan

Engkau sudah pernah melihat pelangi
Dan engkaupun tahu, berapa lama sang pelangi mampu mempertahankan keindahannya



by Artha

Rabu, 20 Januari 2010

Senyummu Diantara Kacamata Minusmu...(Puisi Cinta)

17 Januari 2010.... 13.30

Senyumu Diantara Kacamata Minusmu.....

Melirik segores impian terlantar dalam ujung pengharapan....
Yang selalu kukagumi,penuh di pojokan hatiku
Meski tak kuasa menyapa secercah cerah
Terpuruk dalam lena,tertutup dalam nyata

Menatapmu...
Kau tersenyum manis..
Gigi putihmu... mutiara yang kau rawat setiap hari,
Senyum itu mempesona, diantara kacamata minusmu,

Kini aku menyukaimu
Seperti senyummu....
Menatap gugusan cahaya dimata duniaku
Menggulung risau,
Namun,detik itu penuh sangat lambat...
Begitu naif Mengejawantahkan nyataku,

Ah... aku tak akan menyerah
Dihati ini dalam perpanjangan waktuku.....
Aku hanya ingin melihat senyummu diantara kacamata minusmu


By. Artha.
Untukmu seseorang

Selasa, 05 Januari 2010

Untuk bidadariku


Min pukul 13:45
Untuk Bidadari,,,
Dan indahlah mimpimu malam ini, bidadari,
Mimpi yang teramat indah seindah dirimu..
Karena langit dan bintang menaungimu,
Dan kunang-kunang nyalakan dirinya untukmu..
Dan damailah hatimu, bidadari,
Sedamai teduhnya laut dan bentangan angkasa biru..
Karena kau bulan di pagi hari,
Tak tersentuh dan tak terusik cahya mentari..
Usah kau pikirkan esok, bidadari,
Cinta kan datang membawa rangkaian bunga untukmu..
Bila tiba hari dimana kau tlah mencinta, Biarkan semua malaikat dan bintang tahu...
Bintang akan terangi cintamu di malam hari, Kmana pun ia akan pergi...
Dan semua malaikat kan lindungi cintamu sampai mati,
Untuk yakinkan dirimu bahwa ia cinta abadi..
Maka tidurlah kau malam ini, bidadari,
Kujanjikan untukmu apa yang akan terjadi..
Bermimpilah akan cintamu malam ini,
Dan semoga kita bertemu lagi dalam mimpi..


by artha

kalamentarimenantipagi










Kala Matahari-pun Enggan Bermimpi....


Pujangga pagi bernyanyi......


Bersiap dengan pena kecil


Menyusun kata-kata.....dalam deretan puisi


Masih ditemani sang mentari Pujangga pagi yang setia menari


Membagikan puisi pada alam yang sunyi


Memuji mereka yang hanya bisa tersenyum .... tak terlihat


Pujangga pagi yang baik hati Mencintai mentari melebihi malam


Membuat jari jemarinya semakin bersemangat


Menjejalkan pikirannya dalam sebaris... dua baris Puluhan baris puisi...


Dia memuji sang pencipta Menghujat manusia yang keji


Mendukung mereka yang bersorak untuk hidup


Mencerca mereka yang mengambil hak orang lain


Mentaripun semakin setia Menjadi penonton tarian pena kasihnya


Mentaripun tak lagi bermimpi Turun ke bumi untuk menikmati hidup di bumi


Dia puas berada disana


Menerangi bumi Memberi terang kepada penduduk bumi


Memberi semangat untuk sang pujangga pagi yang bisa mengirimnya berita yang bisa menyampaikan kejamnya dunia


Sehingga dia pun berhenti bermimpi
by artha