Rabu, 20 Januari 2010

Senyummu Diantara Kacamata Minusmu...(Puisi Cinta)

17 Januari 2010.... 13.30

Senyumu Diantara Kacamata Minusmu.....

Melirik segores impian terlantar dalam ujung pengharapan....
Yang selalu kukagumi,penuh di pojokan hatiku
Meski tak kuasa menyapa secercah cerah
Terpuruk dalam lena,tertutup dalam nyata

Menatapmu...
Kau tersenyum manis..
Gigi putihmu... mutiara yang kau rawat setiap hari,
Senyum itu mempesona, diantara kacamata minusmu,

Kini aku menyukaimu
Seperti senyummu....
Menatap gugusan cahaya dimata duniaku
Menggulung risau,
Namun,detik itu penuh sangat lambat...
Begitu naif Mengejawantahkan nyataku,

Ah... aku tak akan menyerah
Dihati ini dalam perpanjangan waktuku.....
Aku hanya ingin melihat senyummu diantara kacamata minusmu


By. Artha.
Untukmu seseorang

Selasa, 05 Januari 2010

Untuk bidadariku


Min pukul 13:45
Untuk Bidadari,,,
Dan indahlah mimpimu malam ini, bidadari,
Mimpi yang teramat indah seindah dirimu..
Karena langit dan bintang menaungimu,
Dan kunang-kunang nyalakan dirinya untukmu..
Dan damailah hatimu, bidadari,
Sedamai teduhnya laut dan bentangan angkasa biru..
Karena kau bulan di pagi hari,
Tak tersentuh dan tak terusik cahya mentari..
Usah kau pikirkan esok, bidadari,
Cinta kan datang membawa rangkaian bunga untukmu..
Bila tiba hari dimana kau tlah mencinta, Biarkan semua malaikat dan bintang tahu...
Bintang akan terangi cintamu di malam hari, Kmana pun ia akan pergi...
Dan semua malaikat kan lindungi cintamu sampai mati,
Untuk yakinkan dirimu bahwa ia cinta abadi..
Maka tidurlah kau malam ini, bidadari,
Kujanjikan untukmu apa yang akan terjadi..
Bermimpilah akan cintamu malam ini,
Dan semoga kita bertemu lagi dalam mimpi..


by artha

kalamentarimenantipagi










Kala Matahari-pun Enggan Bermimpi....


Pujangga pagi bernyanyi......


Bersiap dengan pena kecil


Menyusun kata-kata.....dalam deretan puisi


Masih ditemani sang mentari Pujangga pagi yang setia menari


Membagikan puisi pada alam yang sunyi


Memuji mereka yang hanya bisa tersenyum .... tak terlihat


Pujangga pagi yang baik hati Mencintai mentari melebihi malam


Membuat jari jemarinya semakin bersemangat


Menjejalkan pikirannya dalam sebaris... dua baris Puluhan baris puisi...


Dia memuji sang pencipta Menghujat manusia yang keji


Mendukung mereka yang bersorak untuk hidup


Mencerca mereka yang mengambil hak orang lain


Mentaripun semakin setia Menjadi penonton tarian pena kasihnya


Mentaripun tak lagi bermimpi Turun ke bumi untuk menikmati hidup di bumi


Dia puas berada disana


Menerangi bumi Memberi terang kepada penduduk bumi


Memberi semangat untuk sang pujangga pagi yang bisa mengirimnya berita yang bisa menyampaikan kejamnya dunia


Sehingga dia pun berhenti bermimpi
by artha